Kamis, 01 Mei 2014

Nelayan Pulau Seribu Keluhkan Turunnya Hasil Tangkapan Ikan

0 komentar
nelayan pulau seribu
Sudah dua bulan ini hasil tangkapan para nelayan yang berada di wilayah Kepulauan Seribu Utara, Kabupaten Adminitrasi Kepulauan Seribu menurun draktis. Padahal, menurut mereka, saat ini adalah musim panen ikan maka sudah seharusnya tangkapan yang mereka melimpah. 

Kondisi yang demikian membuat nelayan merasa heran dan tak bisa berbuat banyak. "Saya merasa heran kenapa dalam dua bulan ini hasil tangkapan  ikan menurun draktis. Seminggu bisa tidak dapat ikan selama pergi melaut, entah apa penyebabnya kami semua juga merasa heran, " tutur Sunardi (34) nelayan asal RT 004/01 Pulau Panggang.

Dia menilai, jika melihat dari musim, pada bulan ini merupakan musim panen ikan, lalu kenapa tangkapan menurun. " Karena itu, kami benar-benar kaget. Apa mungkin faktor alam atau limbah sampah, kalau terus seperti ini terus bagaimana bisa menghidupi anak dan istri dirumah," ujar nelayan sudah sudah 17 tahun malang melintang diperairan Pulau Seribu.

Tankapan yang menurun, lanjutnya, membuat dirinya mengalami kerugian bahkan untuk mengembalikan modal melaut tak sebanding. Banyangkan saja, hasil tangkapan ikannya terkadang tidak bisa untuk mengembalikan modal yang dikeluarkan, bahkan ia menilai lebih besar pasak dari pada tiang. "Bayangkan, tiap gari pulang-pergi melaut minimal 10 liter solar perhari atau sekitar Rp 150.000, tetapi ikan yang kita tanggap terkadang tidak sesuai dengan harapan," katanya.

Ia mengaku, hasil tangkapan ikan rata-rata hanya 40 kg dalam sehari, sementara untuk harga tahun ini ikan tongkol sebesar Rp 13000/kg di pemborong, sedangkan untuk yang diecer atau dijual keliling seharga Rp 18000/kg sementara untuk ikan jenis Balong hanya Rp 12000/kg di pemborong.

0 komentar:

Posting Komentar