Selasa, 29 April 2014

Pulau Seribu Gelar Pekan Imunisasi Dunia

0 komentar
pulau tidung, pulau pramuka, pulau pari, pulau kelapa
ilustrasi
Pulau Pramuka, Kelurahan Pulau Panggang, Kepulauan Seribu Utara menggelar acara berupa pemberian imunisasi kepada sejumlah bayi dari usai 0 sampai dengan 11 bulan. Peggeralan acara tersebut guna mensukseskan Pekan Imunisasi Dunia 2014, Kabupaten Kepulauan Seribu.

Acara yang berlangsung pada  Selasa (29/04/2014) juga turut dihadiri Deputi Gubernur Bidang Kebudayaan dan Pariwisata DKI Jakarta, Sylviana Murni, Perwakilan dari Lions Clubs Indonesia (LCI), dan juga Wakil Bupati Kepulauan Seribu, Ibnu Sabiin Hatta dan Kepala Sudin Kesehatan Kepulauan Seribu dr. Nyoman Suartanu.

Sylviana Murni mengatakan, tujuan lain dari acara ini adalah memberikan penjelasan mengenai pentingnya pemberian vaksin imunisasi. "Pemberian imunisasi penting untuk daya tahan bayi, selain itu ini juga untuk mensukseskan Pekan Imunisasi Dunia, kita berterima kasih kepada Lions Clubs Indonesia yang telah mendukung program ini," paparnya.

Hal serupa juga diungkapkan Wakil Bupati Kepulauan Seribu, Ibnu Sabiin Hatta. Dia bahkan menambahkan, terselanggara acara ini dapat dijadikan momentum dalam meningkatkan kesehatan masyarakat terlebih pada Balita. Karenanya, dia berharap agar masyarakat dapat memanfaatkan kegiatan pemberian imunisasi itu secara maksimal.

"Imunisasi di Kepulauan Seribu sudah mencapai target, namun begitu melalui Pekan Imunisasi Dunia ini, masyarakat harus tetap memanfaatkan kesempatan ini untuk memvaksin bayinya agar terhindar dari penyakit," tambah Sabiin.

Senin, 28 April 2014

Warga Pulau Kelapa Sepakat Bangun Koperasi Nelayan

0 komentar
kepulauan seribu
ilustrasi nelayan
Menyadari akan penting sebuah koperasi nelayan bagi warga Pulau Kelapa, Kecamatan Kepuluan Seribu Utara yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan. Atas dasar itulah, maka sebanyak 30 warga berembug untuk menyepakati untuk pembentukan badan usaha berupa Koperasi Nelayan Kepulauan Seribu (KNKS).

Warga berharap terbentuknya koperasi ini benar-benar dapat membantu dan memberikan kontribusi secara nyata dalam peningkatan kesejahteraan nelayan setempat. "Kami menyambut baik adanya koperasi ini dengan harapan kehadiran bisa memberikan kontribusi yang positif buat kesejahteraan nelayan di Kepulauan Seribu," Kata Saripudin Ketua Paguyupan Masyarakat Nelayan Kepulauan Seribu, sebagaimana dilansir beritapulauseribu.com, Selasa (29/04/2014).

Ia optimis adanya koperasi ini dapat mengatasi persoalan keuangan yang selama ini menjerat para nelayan. Pasalnya, salah satu produk unggulan koperasi tersebut adalah simpan pinjam. "Kalau ada kesulitan soal keuangan para nelayan yang sudah menjadi anggota koperasi bisa meminjam uang," jelasnya.

Pada acara pembentukan KNKS yang berlangsung di gedung Sekertaraiat Paguyuban Pulau Kelapa, turut juga dihadiri sejumlah anggota polisi yang mengamati  dan beberapa pejabat, yakni i Aripin perwakilan dari Sudin Perikanan dan Kelautan Kepualaun Seribu, staff kelurahan Pulau Kelapa dan Irwan Santoso selaku pejabat Notaris pembuat PPATK.


PTA Bakal Segera Bangun Kaontar PTA di Kepulauan Seribu

0 komentar
kepualauan Seribut, pulau tidung, wisata pualau tidungKetua Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Provinsi Jakarta, Khalilurrahman melakukan kunjungan ke Pulau Pramuka.  Pada kunjungan tersebut, ia mengatakan akan membangun kantor perwakilan di Kabupaten Kepulauan Seribu.

Dia menambahkan, pembangunan tersebut direncanakan akan segera mungkin dikerjakan pada tahun ini. “Tahun ini juga akan disegerakan pembangunan. Hal ini mengingat dari lima di Provinsi DKI Jakarta hanya kepulauan seribu yang belum mempunyai kantor perwakilan," ujarnya, Senin (28/4/2014).

Ada pun tujuan dari pembangunan tersebut, kata dia, guna mengimplementasikan cetak biru dan reformasi birokrasi dalam meningkatkan pelayanan prima kepada masyarakat di wilayah hukum PTA Jakarta termasuk di Kepulauan Seribu.

Selain itu, pembangunan ini juga diharapkan dapat membantu warga Kepulauan Seribu yang mempunyai masalah terkait dengan keagamaan, dapat melaporkan ke pengadilan agama. "Dengan aturan yang berlaku, kami dapat membantu memecahkan masalah yang dihadapi warga," ujarnya.

Mendapat rencana tersebut, Asep Syarifudin sebagai Bupati Kepulauan Seribu mengaku ikut mendukung program pembanganun kantor perwakilan PTA. "Saya sangat mendukung, di DKI  Jakarta hanya Kepulauan Seribu belum mempunyai pengadilan agama. Padahal, tak sedikit masalah keagamaan dihadapi warga Kepulauan Seribu," paparnya.

Wisatawan Puas dengan Layanan Wisata Warga Pulau Tidung

0 komentar
wisata pulau tidung, ramah-tamah, sopan-santunPulau Tidung sebagai salah satu pulau yang terdapat di Kepulauan Seribu ternyata bukan hanya menyimpan keindahan pantai yang menjadikan daya tarik para wisatawan, namun juga keramahan dan sikap sopan-santun yang selalu dijaga masyarakat setempat yang membuat pengunjung merasa nyaman.

Layanan wisata yang secara sederhana yang diberikan masyarakat ternyata cukup membekas terhadapa para wisatawan. Hal ini sebagaimana dirasakan Melly (22), wisatawan asal Jakarta. Ia mengakui,  layanana sederahana ini ternyata memuaskan. "Ini akan membuat kami para wisatawan jadi betah lebih lama tinggal dan tak sayang mengeluarkan uang lebih banyak," ujarnya, sebagaimana dilansir salah satu media online.

Dia juga berharap semoga saja layanan wisata yang selama ini diberikan tak akan sirna. "Kalau pelayanannya baik dan memuaskan, nantinya pun akan semakin banyak wisatawan lokal atau mancanegara yang datang ke pulau," tuturnya.

Hal serupa juga dipaparkan  Rico (20), ia mengaku  kerap kali berkunjung ke Pulau Tidung dan Pulau Pramuka. "Saya tidak pernah bosan ke pulau seribu, selain pelayanannya memuaskan, objek wisatanya pun tak kalah dengan objek wisata yang lainnya," ujarnya.


Minggu, 27 April 2014

Warga Kepulaun Seribu Ingatkan Janji Politik

0 komentar
Kepulauan Seribu
Perhelatan pesta demokrasi di Indonesia guna memilih Calon Anggota Legislatif (Caleg) usai terlaksana, tak terkecuali warga di Kepulauan Seribu.  Hasilnya,  sejumlah kabar menghiasi berbagai media. Dari Caleg yang stres lantaran tak terpilih dan juga caleg yang sukses melangkahkan kakinya ke Parlemen baik DPRD Provinsi maupuan DPR-RI.

Terpilihnya mereka tentunya tak luput dari janji-janji politik yang telah diobralkan semasa kampanye. Atas dasar itulah, maka tak mengherankan jika warga di Kepulauan Seribu menuntut mereka untuk tidak melupkan melupakan janji politik atau "kacang lupa kulitnya".

Mereka berharap agar para politisi itu tidak melupakan janji politik dan juga selalu memegang amanah selama menjabat. "Berharap agar mereka yang ke Parlemen tidak melupakan begitu saja, karena saat dirinya butuh suara di Dapilnya dia datang merangkul warga, memaparkan visi misi, blusukan kesana kemari dan memberikan angin surga," ujar Yati, salah satu  Warga RT 002/02 Kelurahan Pulau Kelapa, sebagaimana dilansir dari beritapulauseribu.com, Senin (28/04/2014).

Dia beralasan bahwa dilupakan oleh seseorang saat dirinya mengaku sahabat rasanya memang tidak mengenakan. Apalagi kalau mengingat kembali saat para Caleg belum sukses menjadi anggota DPR. Mereka mengeklaim paling peduli dan bahkan jika terpilih akan memperjuangkan nasib konsituennya.

Hal senada juga dipaparkan Saini (29). Dia hanya meminta agar para wakil rakyat yang sudah duduk dikursi Parlemen tidak melupakan janji politiknya. "Kalau saya sih gak pernah berharap banyak, saya sendiri gak ada kedekatan sama Caleg yang terpilih lolos ke Parlemen, saya cuma berdo'a saja biar mereka yang kepilih bisa menunaikan janjinya yang mereka gembor-gembor kan ketika kampanya dan tidak korupsi selama menjabat," ungkapanya.


Wisatan Keluahkan Banyak Motor di Pulau Tidung

0 komentar
wisata pulau tidungKedamaian, segar, keidahannya  pantai menjadi  daya tarik wisataan untuk mengunjungi pantai. Salah satunya, Pulau Tidung yang terdapat di  Kabupaten Kepulauan Seribu. Namun sayangnya, kondisi yang diidam-idamkan  para wisatawan sedikit terganggu dengan  maraknya kendaraan bermotor baik sepeda motor maupun Becak Motor atau yang dikenal dengan sebutan Bentor.

Keluahan tersebut  sebagaimana dirasakan wisatawan beranama Tia Agnes. Perpuan asal DKI Jakarta, Pasar Minggu ini mengaku kunjungannya ke Pulau Tidung merasa terganggu dengan keberadaan kedaraan bermotor. Menurutnya,  udara yang ada di Pulau Tidung menjadi tak segar dan malah menjadi bising dan tercemar.

“Banyak kendaraan membuat jalan  utama yang sempit juga mengakibatkan kenyamanan pengunjung menjadi terganggu. Kami datang ke sini buru ketenangan dan kenyamanan. Tapi kenyataannya malah bertolak belakang,” kata dia bercerita pengalaman di Pulau Tidung bersama teman-temannya.

Semoga saja, persoalan tersebut dapat segera diatasi. Pasalnya, jika  hal ini tetap didiamkan resiko pencemaran udara akibat gas buang dari kendaraan tersebut akan membuat udara di wilayah tersebut akan tercemar. “Sebaiknya dengan luas area tak begitu luas sepeda dijadikan sebagai alat transportasi utama di pulau tersebut. Selain itu kedepan jumlah kendaraan bermotor milik penduduk bisa di batasi agar kenyamanan wisata tetap terjaga,” harapnya.

Sabtu, 19 April 2014

Ngapain Jauh-jauh, Jika Pulau Seribu Sangat Pantas Wisata Selam

0 komentar
pulau tidung
Hampir kebanyakan orang mengeluhkan beberapa kendala sehingga merasa sangat sukar untuk bisa menikmati eksotis alam bawah laut, utama berupa kocek yang begitu besar dan juga terkendala aksesbilitas menuju lokasi selam tersebut.

Jika hal itu benar adanya, maka mulai detik ini tak usah khawatir. Soalnya, Jakarta pun sudah bisa menyelami keindahan bawah laut, seperti di Kepulauan Seribu antara lain Pulau Tidung atau Pulau payung, dan Pulau Pari.

Dikatakan Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Kepulauan Seribu, Suwarto, kepulauan seribu sudah sangat pantas dijadikan wisata bahari terutama menyelam. Bahkan, lanjutnya, telah terhitung sejak lima tahun belakangan ini Pulau Seribu sudah layak untuk diselami.

Untuk itu, ngapain jauh-jauh ke luar Jawa, jika Kepulauan Seribu juga sangat pantas dijadikan wisata selam. “Maka tak perlu jauh-jauh kalau mau menyelam, di Jakarta sebenarnya bisa. Alam bawah laut Pulau Seribu sudah tak kalah indahnya dengan wilayah lain,” ujarnya, sebagaimana dilansir Okezone.

Menurutnya, Kepulauan Seribu sudah masuk dalam perancaan  wisata selam demi mencapai target Indonesia sebagai surga para penyelam Dunia pada tahun 2020 dari tahun ke tahun sudah meningkatkan. Peningkatan tersebut terlihat dari titik selam yang sudah ditentukan, para Guide yang dibina dengan baik, serta penyediaan fasilitas pembangunan dermaga di setiap pulau pemukiman. “Kini hampir di setiap pulau pemukiman memiliki dermaga yang bagus,” tutupnya.

SudinKes Kepulauan Seribu Tambah Tenaga Medis

0 komentar
Kepulauan Seribu, pulau tidungKepualau Seribu yang terletak di wilayah Teluk Jakarta tengah berupaya membenah bidang kesehatan. Salah satunya, yakni  menambahkan tenaga medis dan dokter. Kepala Suku Dinas (Sudin) Kesehatan Kepulauan Seribu Nyoman Suhartanu mengaku tengah berupaya terus memaksimalkan memberikan pelayanan kesehatan di RSUD Kepulauan Seribu. Salah satunya, yakni dengan  menambahkan tenaga medis dan dokter tamaban.

Diakui oleh dirinya, bahwa  sebagian besar pasien RSUD Kepulauan Seribu datang ke poliklinik umum yang gratis yang membuat pelayanan kurang maksimal. Sebab itu, katanya, perlu ada tambahan tenaga medis agar dapat memberikan pelayanan secara maksimal. “Sebab, hanya poliklinik umum yang gratis.  Kita juga turunkan dokter untuk memeriksa pasien di RSUD,” ujarnya sebagaimana dilansir JPN.

Kondisi demikian juga diakui Kepala RSUD Kepulauan Seribu Muhammad Helmi. Ia mengatakan,  tenaga medis RSUD memang sangat minim. Rumah sakit milik Pemprov DKI tersebut hanya memiliki empat dokter. Setiap akhir pekan atau saat hari libur nasional, hanya ada seorang dokter yang berjaga di UGD. Dokter yang melayani pasien umum hanya masuk dan bertugas saat hari kerja.

Untuk diketahui,  RSUD di Pulau Pramuka -ibu kota Kabupaten Kepulauan Seribu- itu hanya memiliki empat dokter. Tidak semua dokter bisa hadir setiap hari.  

Kondisi yang demikian maka tak mengherankan jika masyarkata mengelukan, salah satunya Rohayati, 20, salah seorang warga Kelurahan Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara. Dia urung berobat karena tidak ada seorang pun dokter yang bisa menanganinya kemarin (18/4). Dia pun harus pulang sambil menahan rasa sakit akibat pembengkakan di bagian kiri dadanya.


Jumat, 18 April 2014

Ancaman Sampah Mengancam Wisata Bahari Pulau Seribu

0 komentar
pulau tidung
Wisata bahari di Kepulauan Seribu menuai masalah berupa sampah yang tak bisa dipungkuri keberadaannya dapat mengacam kelestarian alam laut dan industri wisata.Hal tersebut sebgaimana disampaikan , Fahira Idris saat berdialog dengan sekitar 750 relawan dan pendukungnya di Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu (01/04).

Menurutnya, berton-ton sampah berasalan dari dari sungai yang mengalir dari 13 sungai di Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. “Jadi tiap hari ratusan ton sampah yang mengotori Pulau Seribu itu asalnya dari kita yang tinggal di darat. Ini mengancam kelestarian alam laut dan industri wisata bahari Pulau Seribu,” kata Fahira.

Fahira sendiri menyambut positif inisiatif Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang bertindak cepat dengan menyediakan puluhan kapal untuk membersihkan sampah di Pulau Seribu. Namun kata dia, yang paling penting diselesaikan terkait persoalan sampah di Pulau Seriibu adalah di hulunya. Makanya perlu didorong agar ketiga pemerintah provinsi duduk bersama menyelesaikan persoalan ini.

“Sampah di Pulau Seribu ini mengancam kelestarian alam dan ekosistem laut. Jadi ini masalah nasional, bukan hanya Jakarta. Pulau Seribu itu aset Indonesia karena di dalamnya ada cagar alam, cagar budaya, dan taman nasional laut,” kata Fahira yang berjanji akan mendesak Pemerintah Pusat untuk ikut menyelesaikan persoalan sampah di Pulau Seribu ini jika dipercaya masyarakat menjadi anggota DPD.

Jika persoalan sampah dibiarkan, lanjutnya, maka tidak hanya akan mengacam wisata  tetapi juga keberlangsungan kehidupan masyarakat. Pasalnya, wisata bahari ini adalah andalah masyarakat kepulauan seribu dalam meningkatan kesejahteraan masyarakat Kepulauan Seribu.

Pulau Tidung, Obyek Wisata Bahari Murah dan Mengasikkan

0 komentar
wisata pulau tidung
Untuk sebagain orang khususnya warga Jakarta mungkin sudah tak asing lagi dengan sebuah pulau yang bernama Pulau Tidung.  Karena tak asing lagi, pulau yang masih dalam kepulauan seribu sering kali menjadi aternatif wisata bahari yang mengasikan setelah lima hari lamanya bergelut dengan rutinitas.

Lantas kenapa Pulau Tidung ini menjadi aternatif  warga Jakarta selain mengunjungi daerah puncak untuk  menghabiskan waktu liburan. Ada beberapa alasan kenapa pulau ini sebagai aternatif yang mengasikan. Berikut ini adalah beberapa manfaat yang akan Anda dapatkan dengan mennikmati Pariwisata Pulau Tidung ini. 

Biaya Terjangkau alias Murah

Secara umum, biaya yang Anda perlukan untuk menikmati keindahan Pariwisata Pulau Tidung ini cukup terjangkau. Apalagi, ini juga ditunjang oleh sarana transportasi yang aman dan nyaman, selama Anda melakukan perjalanan dari Jakarta atau Pulau Jawa ke Pulau Tidung.

Penduduk lokal di tempat ini, sebagian besar merupakan pengelola penginapan, resor-resor wisata serta membuka berbagai jenis rumah makan. Jadi, sesampainya Anda di sana, Anda tidak perlu khawatir tersesat atau kelaparan.

Keindahaannya Tak Kalah Jauh dengan Wisata Bahari Lainnya
Pulau Tidung menyediakan lokasi wisata yang sangat menarik, seperti taman bawah laut yang cocok untuk lokasi penyelaman. Anda akan dapat dengan mudah menikmati pemandangan yang sangat menarik, seperti terumbu karang dan yang lainnya.

Tentunya, pihak pengelola sudah mempersiapkan berbagai fasilitas yang dibutuhkan termasuk dari segi pengamanannya. Dengan demikian, Anda dapat menikmati sensasi menyelam di bawah laut tanpa harus jauh-jauh pergi ke wilayah lain di Nusantara seperti Wakatobi.

Tidak hanya itu, pantai dengan pasir putih juga merupakan hal indah lainnya yang harus Anda nikmati dari Pariwisata Pulau Tidung ini.

Kamis, 17 April 2014

Gerakan Penghijauan Pesisir Pulau Seribu

0 komentar
wisata pulau tidung, pulau seribu, wisata murah pulau tidungMinim tumbuhan di sekitar pesisir pulau seribu tak hanya membuat kondisi gersang, namun berdampak juga pada banjir lantaran tak ada penahan saat air laut pasang.

Hal ini menjadi perhatian sejumlah nelayan dan petani. Untuk itu mereka memutuskan untuk bergerak dalam penghijauan. Sebauhan gerakan yang menamakan diri Gerakan Nelayan dan Petani Indonesia (GANTI) melakukan gerakan menanam sejumlah pohon di pesisir Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Jakarta Utara.

 Ketua umum GANTI Dahuri mengungkapkan pihakya sengaja membawa pohon buah seperti pohon mangga, jambu dan pohon rambutan yang diberikan kepada para petani. Hal itu dilakukan agar kelak tumbuh dan menghasilkan buah untuk dinikmati masyarakat."Seandainya masyarakat di pulau ini bersama-sama menanam pohon buah-buahan, sehingga dapat menghasilkan buah yang banyak lalu dinikmati masyarakat Jakarta,sehingga tidak perlu lagi ada impor buah-buahan,'' cetus Rokhmin melalui keterangan tertulis, sebagaimana dilansir metrotvnews.com, Kamis (27/3).

 Ada pun pohon yang hendak ditanam, lanjutnya, berupa pohon buah-buahan yang sudah cukup besar setinggi dua meter. Semoga saja pohon ini akan segera membuahkan hasil, apalagi didukung dengan pupuk organik. Langkah ini ternyata mendapat sambutan positif dari Bupati Kepulauan Seribu Asep Syarifuddin. Ia mengaku gembira dengan kepedulian dan bantuan yang diberikan pengurus GANTI itu. Ia berharap pengurus GANTI tidak hanya memberikan bantuan juga membina dan melatih para petani.

GANTI sendiri adalah sebuah lembaga di bawah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) yang diresmikan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri April tahun lalu yang peduli terhadap kesejahteraan para nelayan dan petani Indonesia. Di kesempatan yang sama, Rokhmin menilai potensi kelautan dan perikanan di Indonesia, belum maksimal dikembangkan. "Namun pengembangan potensi kelautan dan perikanan di Indonesia masih jauh dari kebutuhan.

Alokasi dana negara untuk pembangunan sektor ini setiap tahun tergolong kecil yakni sekitar Rp6,5 triliun," jelas Rokhmin. Menurutnya, angka tersebut masih tergolong kecil jika melihat potensi perikanan dan luasnya wilayah laut Indonesia, Rokhmin yang juga Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) itu berpendapat alokasi yang diberikan negara untuk bidang kelautan dan perikanan saat ini jauh dari memadai.