Kamis, 15 Mei 2014

Wisata Bahari Pulau Tidung, Antara Mitos dan Sejarah

0 komentar
pulau tidung Wisata bahari Pulau Tidung mempunyai keindahan alam bawah laut yang begitu mempesona. Keindahan ini membuat wisatawan lokal maupun asing rela meluangkan waktu agar dapat menikmatinya.

Bagaimana tidak, setiap pengunjungi akan disuguhkan ikan-ikan penuh warna menghampir penyelam dengan terumbu karang yang begitu elok. Sedangkan wisatawan yang enggan menyelam, mereka bisa berbaring santai di hamparan lembut pasir putih sambil menikmati ikan bakar. 

Tak hanya keindahan alam, Pulau Tidung juga menyuguhkan pesona ‘jembatan cinta’ yang menghubungkan antara pulaut tidung kecil dengan pulau tidung besar dan juga disertai mitos mengenai keabadian cinta.
Disebutkan, jika pasangan melintas sambil bergandengan tangan, maka cinta mereka akan berujung pada pernikahan. Sedangkan bagi yang jomblo dianjurkan melompat dari jembatan cinta sambil memikirkan siapa yang akan ditembak.

Sejarah Pulau Tidung


Mengenai sejarah Pulau seluas 52 hektar dan didiami sekitar 5.000 jiwa beredar kabar, kata Tidung berasal dari seorang Raja suku Tidung,  Kuala Malinau, Kalimantan Timur .

Kebenaran akan sejarah ini diperkuat dengan ditemukan makam raja, yang  awalnya terletak di ujung barat dan pada tahun 2011 jenajah dipindahkan ke area pemakaman saat ini. Dalam pemindahan dihadiri oleh keluarga Raja Pandita yang berasal dari Pulau Tidung dan aparat pemerintahan baik dari Kuala Malinau maupun dari Pulau Tidung dan Kepulauan Seribu.

 Bagaimana tertarik untuk berkunjung ke Pulau Tidung, bagi mereka yang tertarik tak perlu khawatir. Soalnya, selain mudah dijangkau wisata ke pulau tidung ini juga dapat ditempuh dengan mudah, yakni dari Jakarta Utara baik dari pelabuhan Muara Angke atau pelabuhan Marina Ancol. Untuk yang bertempat tinggal di Tangerang, bisa melalui Pelabuhan nelayan Wiro Saban.

Agar lebih nyaman dan mengasikkan silakan hub agen wisata Eris Tour d Travel

0 komentar:

Posting Komentar