Kepualau Seribu yang
terletak di wilayah Teluk Jakarta tengah berupaya membenah bidang kesehatan. Salah satunya, yakni menambahkan tenaga medis dan dokter. Kepala Suku Dinas (Sudin)
Kesehatan Kepulauan Seribu Nyoman Suhartanu mengaku tengah berupaya terus memaksimalkan memberikan pelayanan kesehatan di RSUD Kepulauan Seribu. Salah satunya, yakni dengan menambahkan tenaga medis dan dokter tamaban.
Diakui oleh dirinya, bahwa sebagian besar pasien RSUD Kepulauan Seribu
datang ke poliklinik umum yang gratis yang membuat pelayanan kurang maksimal. Sebab itu, katanya, perlu ada tambahan tenaga medis agar dapat memberikan pelayanan secara maksimal. “Sebab, hanya poliklinik umum yang gratis. Kita juga turunkan dokter untuk memeriksa pasien di RSUD,” ujarnya sebagaimana dilansir JPN.
Kondisi demikian juga diakui Kepala RSUD Kepulauan Seribu
Muhammad Helmi. Ia mengatakan, tenaga medis RSUD memang sangat minim. Rumah sakit
milik Pemprov DKI tersebut hanya memiliki empat dokter. Setiap akhir pekan atau
saat hari libur nasional, hanya ada seorang dokter yang berjaga di UGD. Dokter
yang melayani pasien umum hanya masuk dan bertugas saat hari kerja.
Untuk diketahui, RSUD di Pulau Pramuka -ibu
kota Kabupaten Kepulauan Seribu- itu hanya memiliki empat dokter. Tidak semua
dokter bisa hadir setiap hari.
Kondisi yang demikian maka tak mengherankan jika masyarkata mengelukan, salah satunya Rohayati, 20, salah seorang
warga Kelurahan Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara. Dia urung
berobat karena tidak ada seorang pun dokter yang bisa menanganinya kemarin
(18/4). Dia pun harus pulang sambil menahan rasa sakit akibat pembengkakan di
bagian kiri dadanya.










0 komentar:
Posting Komentar