Kedamaian, segar, keidahannya pantai menjadi daya tarik wisataan untuk mengunjungi pantai. Salah satunya, Pulau Tidung yang terdapat di Kabupaten Kepulauan Seribu. Namun sayangnya, kondisi yang diidam-idamkan para wisatawan sedikit terganggu dengan maraknya kendaraan bermotor baik sepeda motor maupun Becak Motor atau yang dikenal dengan sebutan Bentor.Keluahan tersebut sebagaimana dirasakan wisatawan beranama Tia Agnes. Perpuan asal DKI Jakarta, Pasar Minggu ini mengaku kunjungannya ke Pulau Tidung merasa terganggu dengan keberadaan kedaraan bermotor. Menurutnya, udara yang ada di Pulau Tidung menjadi tak segar dan malah menjadi bising dan tercemar.
“Banyak kendaraan membuat jalan utama yang sempit juga mengakibatkan kenyamanan pengunjung menjadi terganggu. Kami datang ke sini buru ketenangan dan kenyamanan. Tapi kenyataannya malah bertolak belakang,” kata dia bercerita pengalaman di Pulau Tidung bersama teman-temannya.
Semoga saja, persoalan tersebut dapat segera diatasi. Pasalnya, jika hal ini tetap didiamkan resiko pencemaran udara akibat gas buang dari kendaraan tersebut akan membuat udara di wilayah tersebut akan tercemar. “Sebaiknya dengan luas area tak begitu luas sepeda dijadikan sebagai alat transportasi utama di pulau tersebut. Selain itu kedepan jumlah kendaraan bermotor milik penduduk bisa di batasi agar kenyamanan wisata tetap terjaga,” harapnya.










0 komentar:
Posting Komentar