Jumat, 18 April 2014

Ancaman Sampah Mengancam Wisata Bahari Pulau Seribu

0 komentar
pulau tidung
Wisata bahari di Kepulauan Seribu menuai masalah berupa sampah yang tak bisa dipungkuri keberadaannya dapat mengacam kelestarian alam laut dan industri wisata.Hal tersebut sebgaimana disampaikan , Fahira Idris saat berdialog dengan sekitar 750 relawan dan pendukungnya di Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu (01/04).

Menurutnya, berton-ton sampah berasalan dari dari sungai yang mengalir dari 13 sungai di Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. “Jadi tiap hari ratusan ton sampah yang mengotori Pulau Seribu itu asalnya dari kita yang tinggal di darat. Ini mengancam kelestarian alam laut dan industri wisata bahari Pulau Seribu,” kata Fahira.

Fahira sendiri menyambut positif inisiatif Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang bertindak cepat dengan menyediakan puluhan kapal untuk membersihkan sampah di Pulau Seribu. Namun kata dia, yang paling penting diselesaikan terkait persoalan sampah di Pulau Seriibu adalah di hulunya. Makanya perlu didorong agar ketiga pemerintah provinsi duduk bersama menyelesaikan persoalan ini.

“Sampah di Pulau Seribu ini mengancam kelestarian alam dan ekosistem laut. Jadi ini masalah nasional, bukan hanya Jakarta. Pulau Seribu itu aset Indonesia karena di dalamnya ada cagar alam, cagar budaya, dan taman nasional laut,” kata Fahira yang berjanji akan mendesak Pemerintah Pusat untuk ikut menyelesaikan persoalan sampah di Pulau Seribu ini jika dipercaya masyarakat menjadi anggota DPD.

Jika persoalan sampah dibiarkan, lanjutnya, maka tidak hanya akan mengacam wisata  tetapi juga keberlangsungan kehidupan masyarakat. Pasalnya, wisata bahari ini adalah andalah masyarakat kepulauan seribu dalam meningkatan kesejahteraan masyarakat Kepulauan Seribu.

0 komentar:

Posting Komentar