Kamis, 17 April 2014

Gerakan Penghijauan Pesisir Pulau Seribu

0 komentar
wisata pulau tidung, pulau seribu, wisata murah pulau tidungMinim tumbuhan di sekitar pesisir pulau seribu tak hanya membuat kondisi gersang, namun berdampak juga pada banjir lantaran tak ada penahan saat air laut pasang.

Hal ini menjadi perhatian sejumlah nelayan dan petani. Untuk itu mereka memutuskan untuk bergerak dalam penghijauan. Sebauhan gerakan yang menamakan diri Gerakan Nelayan dan Petani Indonesia (GANTI) melakukan gerakan menanam sejumlah pohon di pesisir Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Jakarta Utara.

 Ketua umum GANTI Dahuri mengungkapkan pihakya sengaja membawa pohon buah seperti pohon mangga, jambu dan pohon rambutan yang diberikan kepada para petani. Hal itu dilakukan agar kelak tumbuh dan menghasilkan buah untuk dinikmati masyarakat."Seandainya masyarakat di pulau ini bersama-sama menanam pohon buah-buahan, sehingga dapat menghasilkan buah yang banyak lalu dinikmati masyarakat Jakarta,sehingga tidak perlu lagi ada impor buah-buahan,'' cetus Rokhmin melalui keterangan tertulis, sebagaimana dilansir metrotvnews.com, Kamis (27/3).

 Ada pun pohon yang hendak ditanam, lanjutnya, berupa pohon buah-buahan yang sudah cukup besar setinggi dua meter. Semoga saja pohon ini akan segera membuahkan hasil, apalagi didukung dengan pupuk organik. Langkah ini ternyata mendapat sambutan positif dari Bupati Kepulauan Seribu Asep Syarifuddin. Ia mengaku gembira dengan kepedulian dan bantuan yang diberikan pengurus GANTI itu. Ia berharap pengurus GANTI tidak hanya memberikan bantuan juga membina dan melatih para petani.

GANTI sendiri adalah sebuah lembaga di bawah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) yang diresmikan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri April tahun lalu yang peduli terhadap kesejahteraan para nelayan dan petani Indonesia. Di kesempatan yang sama, Rokhmin menilai potensi kelautan dan perikanan di Indonesia, belum maksimal dikembangkan. "Namun pengembangan potensi kelautan dan perikanan di Indonesia masih jauh dari kebutuhan.

Alokasi dana negara untuk pembangunan sektor ini setiap tahun tergolong kecil yakni sekitar Rp6,5 triliun," jelas Rokhmin. Menurutnya, angka tersebut masih tergolong kecil jika melihat potensi perikanan dan luasnya wilayah laut Indonesia, Rokhmin yang juga Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) itu berpendapat alokasi yang diberikan negara untuk bidang kelautan dan perikanan saat ini jauh dari memadai.

0 komentar:

Posting Komentar